Gedung Student Center Lt.3 No.15 Kampus UIN SGD Bandung.
Jln, A.H Nasution No.105, Cibiru-Bandung, Bandung
LPM SUAKA UIN SGD Bandung © 2021

Balada Petang Perayaan Menerima dan Kehilangan

2022 menjadi tahun ketiga berproses dan tumbuh bagi Teater Eltra. Meski tanpa lilin, mereka merayakannya dengan penuh suka cita dan mengabadikannya dalam ingatan manusia dengan menampilkan teatrikal di atas panggung sandiwara. Teatrikal bertajuk “Petang di Taman” karya Iwan Simatupang, menjadi naskah istimewa yang melengkapi perayaan kali ini.

Sejak dipilihnya naskah beruntung tersebut, proses demi proses dilalui crew dan pelakon dengan segala persiapan mulai dari A hingga Z. Salah satunya adalah Tata rias. Tata rias menjadi salah satu elemen yang tidak bisa dipisahkan dalam setiap pertunjukan.

Brush make-up, menyapu pelan wajah para pelakon Teater Eltra, rias wajah menjadi persiapan awal bagi pelakon sebelum panggung pentas dimulai. Warna-warni blush di setiap sisi wajah, selayaknya mengisyaratkan perbedaan kekuatan bagi setiap karakter yang ada, sejalan dengan nilai-nilai eksistensialisme yang diangkat dalam cerita dengan menampilkan sisi manusia yang berbeda pada setiap fase kehidupan.

Dimulai dari tangis bayi tanpa dosa, lalu tumbuh menjadi belia pencari kesenangan, kemudian lelah mendera si dewasa yang beranjak tua, ada pula perempuan dengan beban berat yang harus ditanggung sendiri, hingga di fase akhir ada si tua yang menunggu mati dengan berpasrah pada semesta.

Siapa yang menyangka, “Petang di Taman” mampu mempertemukan orang-orang dengan berbagai persoalan pribadi. Perbincangan satu sama lain dikala langit menuju gelap, menjadikan segala hal yang berat menjadi ringan.

Layaknya balada tentang perayaan menerima dan kehilangan. meski terbilang singkat dengan hanya menggunakan satu latar, namun Teater Eltra berhasil mengemas cerita yang penuh sarat makna ini dengan sangat apik.

 

Nur Ainun/Fotografer

Riziq Abdul Malik/Redaktur



Leave a comment