Gedung Student Center Lt.3 No.15 Kampus UIN SGD Bandung.
Jln, A.H Nasution No.105, Cibiru-Bandung, Bandung
LPM SUAKA UIN SGD Bandung © 2021

Batik Komar, Batik Khas Kota Bandung

Tangan-tangan terampil itu terlihat jelas mengukir gambar demi gambar di atas kain yang diberi sketsa batik. Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang telah ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2009, memiliki beragam corak atau motif berdasarkan asal daerah di mana batik itu diproduksi. Layaknya Kota Cirebon dengan batik mega mendung, Kota Solo dengan batik parang kusumo, dan Kota Bandung pun memiliki batik dengan motif yang khas, yakni motif jembatan Pasupati, motif alat musik khas Jawa Barat angklung, dan motif bunga patrakomala.

Batik-batik dengan motif khas Kota Bandung ini diproduksi di Rumah Batik Komar. Berdiri sejak 1998 dengan karyawan sebanyak tiga orang di Setrasari Mall, menjadi awal bagi sepasang suami istri, Komarudin Kudiya dan Nuryanti Widya memulai usahanya di Kota Bandung. Selain motif khas Bandung, untuk mengikuti perkembangan zaman dan permintaan pasar, desain Rumah Batik Komar mengkombinasikan batik tradisional dengan modern, seperti mozaik, permainan garis lurus, atau vertikal.

Motif batik diaplikasikan dalam berbagai produk seperti pakaian, kain, dan masker. Harga yang ditawarkan kisaran ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah, hal itu berdasarkan teknik, bahan, dan lama pembuatan. Batik-batik tersebut dipasarkan di dalam dan luar negeri. Beragam prestasi berhasil didapatkan Rumah Batik Komar, seperti memproduksi batik sepanjang 446,6 meter dengan 402 motif dan 112 kombinasi warna pada tahun 2005.

Kini Rumah Batik Komar berlokasi di dua tempat, pertama di Jl. Sumbawa No. 22 sebagai tempat penjualan, kantor, dan kegiatan administrasi usaha, sedangkan kedua di Jl. Cigadung Raya Timur 1 sebagai tempat penjualan, sekaligus wisata edukasi bagi pengunjung yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai proses pembuatan batik.

 

Riziq Abdul Malik/Fotografer

Hasna Fajriah/Redaktur