Gedung Student Center Lt.3 No.15 Kampus UIN SGD Bandung. Jln, A.H Nasution No.105, Cibiru-Bandung, Bandung LPM SUAKA UIN SGD Bandung © 2020
Produksi Tumbler Berbahan Bambu

Bising suara dari mesin amplas terdengar jelas mengiringi kesibukan para pekerja. Bambu yang masih dipandang sebagai barang biasa, melalui komunitas Indonesian Bamboo Community (IBC) bambu disulap menjadi barang yang bernilai.

Berdiri sejak April 2011, komunitas tersebut bertujuan menghimpun para pecinta bambu. Sebuah rumah produksi yang terletak di Jalan Melong Asih, Cimahi mampu menghasilkan alat musik dan aksesoris berbahan dasar bambu. Seperti gitar, bass, drum, jam tangan, dan kaca mata, yang telah menembus pasar ekspor Eropa dan Amerika.

Namun kondisi pandemi menyebabkan penurunan permintaan alat-alat tersebut. Hal itu memaksa produksi dialihkan pada pembuatan tumbler. Mengandalkan bahan baku jenis Bambu Tali atau Bambu Apus, produksi tumbler dengan volume 500 ml ini dijual dengan kisaran harga Rp150.000 hingga Rp250.000. Dalam sehari, produksi tumbler dapat mencapai 30-40 buah dengan sebaran konsumen beberapa kota di Indonesia, seperti Bandung, Surabaya, Jakarta, Kalimantan, hingga Bali.

Fotografer : Fuad Mutashim/Suaka

Redaktur : Hasna Fajriah/Suaka